PANGKALPINANG — Persoalan keselamatan dan kelancaran aktivitas pelayaran menjadi salah satu sorotan utama dalam audiensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, Senin (22/9/2026).

Rombongan DPD PJS Babel dipimpin Ketua DPD PJS Babel Agus Eko, didampingi Sekretaris Muhamad Zen bersama sejumlah jajaran pengurus. Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Syaiful Anwar, S.IP., M.M., di ruang rapat Kantor KSOP Pangkalbalam.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, audiensi tersebut dimanfaatkan PJS Babel untuk menyampaikan sejumlah masukan terkait aktivitas pelayaran dan kondisi di wilayah kerja KSOP Pangkalbalam.

Ketua DPD PJS Babel Agus Eko menyampaikan apresiasi atas penerimaan KSOP Pangkalbalam terhadap jajaran PJS Babel.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Syaiful Anwar atas kebesaran hati telah menerima surat permohonan audiensi dan mengundang Pro Jurnalismedia Siber untuk bersilaturahmi,” ujar Agus.

Menurutnya, komunikasi antara pers dan instansi pemerintah penting dibangun secara terbuka. Pers, kata Agus, tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penyampaian informasi dan masukan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

PJS Soroti Ponton di Sekitar Alur Kapal

Salah satu persoalan yang mencuat dalam audiensi adalah informasi mengenai keberadaan Ponton Isap Produksi (PIP) yang disebut berada atau beroperasi di sekitar alur pelayaran.

Sekretaris DPD PJS Babel Muhamad Zen mempertanyakan aspek keselamatan apabila aktivitas pertambangan berlangsung terlalu dekat dengan jalur yang digunakan kapal untuk keluar-masuk pelabuhan.

Menurut Zen, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut keselamatan aktivitas pelayaran sekaligus pekerja yang berada di atas ponton.

“Jangan sampai terjadi musibah baru laporan ditindaklanjuti. Dengan ini kita berharap agar laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Zen.

PJS Babel juga mempertanyakan langkah konkret yang akan dilakukan KSOP terhadap informasi adanya aktivitas pertambangan di sekitar alur kapal.

Bagi PJS, keselamatan pelayaran merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan. Terlebih, alur pelayaran merupakan jalur yang digunakan kapal untuk menjalankan aktivitas transportasi dan distribusi melalui laut.

KSOP Pastikan Laporan Ditindaklanjuti

Menanggapi masukan tersebut, Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan PJS Babel.

Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan mengenai aktivitas pertambangan yang disebut berada di sekitar alur pelayaran.

“Setelah mendengar masukan dan laporan dari teman-teman PJS Babel, saya mengucapkan terima kasih. Terkait laporan adanya aktivitas pertambangan di alur kapal, akan kita tindak lanjuti,” kata Syaiful.

Ia menjelaskan bahwa tindak lanjut nantinya akan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

“Ini akan kita koordinasikan dengan PT Timah, Polairud, Lanal Babel dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.

Langkah koordinasi tersebut dinilai penting agar informasi yang diterima dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi, terutama berkaitan dengan aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas pelayaran.

Bangun Sinergi Pers dan Instansi

Di sisi lain, audiensi PJS Babel dengan KSOP Pangkalbalam tidak semata-mata membahas persoalan aktivitas di alur pelayaran.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PJS Babel membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat dengan instansi pemerintah.

Agus Eko menegaskan, hubungan antara pers dan instansi pemerintah harus dibangun melalui komunikasi yang sehat, keterbukaan informasi, serta semangat saling mendukung dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Tujuan kami bersilaturahmi di sini adalah agar kita saling mendukung satu sama lain. Apa yang perlu kita sinergikan agar tercipta hubungan yang baik antara instansi dengan pers,” ungkap Agus.

Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat berlanjut melalui koordinasi dan keterbukaan informasi ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

“Kalau bisa kita besar bersama-sama dan berjalan bersama-sama demi keharmonisan dan kesuksesan, mengapa tidak kita lakukan. Tidak ada instansi maupun organisasi yang sempurna,” ujarnya.

Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam beserta jajaran dan pengurus DPD PJS Babel.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah PJS Babel memperkuat jaringan komunikasi dengan instansi terkait, sekaligus membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik, khususnya keselamatan dan kelancaran aktivitas pelayaran di wilayah Bangka Belitung.(Beradoknews.com  kbobabel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *