Bangka,
Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung bersama DPD RI, GESID, dan Pemerintah Kabupaten Bangka menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pembinaan (Sosbang) pencegahan paham radikal teror kepada 50 generasi muda di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk membekali pemuda dengan pemahaman tentang persatuan dan toleransi.

Anggota DPD RI Ust. H. Zuhri Muhammad Syazali menyatakan pentingnya sosialisasi ini agar generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara dan menolak segala bentuk paham radikal yang mengancam kesatuan Indonesia. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

IPDA Hariyadi, Katim Pencegahan Satgaswil Babel Densus 88 AT Polri, menambahkan bahwa pencegahan perlu dimulai dari keluarga, dengan peran orang tua sebagai pelindung utama agar anak tidak terjerumus ke dalam grup berbahaya seperti True Crime Community (TCC). Menurutnya, grup tersebut mengandung konten ekstrem mulai dari cara merakit bom hingga video simulasi penyerangan.

“Peran sekolah dan guru juga diperlukan untuk memperkuat perlindungan melalui edukasi, sementara orang tua perlu lebih ketat mengawasi aktivitas anak di media sosial,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diharapkan dapat menjadikan para pemuda sebagai duta pencegahan paham radikal teror serta tindak kekerasan di wilayahnya. Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif melalui sinergi lintas instansi dalam mencegah penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Kepulauan Bangka Belitung.(Beradoknesw.com KBOBABEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *