Oplus_131072

Kepastian Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah 2026 M ditentukan pemerintah melalui kementerian agama RI pada sidang isbath yang baru sudah selesai beberapa menit yang lalu hari jatuh pada Sabtu (21-3 -2026) lusa.

Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar rapat tertutup sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H, yang menjadi penanda berakhirnya Ramadan tahun ini.

Oplus_131072

Sidang isbath di wakili dari duta besar dari negara tetangga dan ikuti dari MUI,PBNU,ORMAS ISLAM lainnya berlangsung di kantor kementerian agama RI Indonesia jakarta mulai pukul 16.30 WIB sampai selesai pukul 19.30 WIB.

Penetapan Lebaran dilakukan melalui dua metode yang selama ini menjadi rujukan resmi pemerintah, yakni hisab dan rukyat.

Hisab digunakan untuk menghitung posisi hilal secara astronomis, sementara rukyat dilakukan melalui pemantauan langsung di 117 titik di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat merupakan forum penting yang mempertemukan data ilmiah dan hasil observasi lapangan.

Oplus_131072

“Sidang isbat adalah mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah,” kata Abu Rokhmad diikutip dari kompas tv Indonesia.

Ia menjelaskan, sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Selanjutnya, peserta sidang akan membahas laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah dalam forum tertutup sebelum keputusan diambil.

“Data hisab menjadi pijakan awal, kemudian dikonfirmasi melalui hasil rukyat dari seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit.

Oplus_131072

Sementara sudut elongasi tercatat berkisar antara 4 derajat hingga lebih dari 6 derajat.

Angka tersebut menjadi acuan untuk menilai apakah hilal telah memenuhi kriteria yang disepakati negara anggota MABIMS.

Jika kriteria terpenuhi, maka Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada Jumat (20/3). Namun jika belum, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga Lebaran diperkirakan berlangsung pada Sabtu (21/3).

“Keputusan akhir akan mempertimbangkan seluruh laporan rukyat yang masuk sebelum diumumkan ke masyarakat,” tutup Abu Rokhmad.

Pengumuman hasil sidang isbat selalu menjadi momen yang dinanti publik, tidak hanya sebagai penentu waktu perayaan, tetapi juga sebagai simbol keseragaman dalam menjalankan ibadah di Indonesia.(Beradoknewa.com KBOBABEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *