Banten,13 agustus 2025-Kemampuan menikmati dan berterima kasih itu kunci pintu membuka rumah Tuhan. Metafora bahasa sastra yang kurang indah itu pun perlu dipahami sebagai upaya untuk belajar lebih mulia memiliki tutur bahasa di taman surga yang kelak yakin akan kita nikmati juga.

Belajar menikmati itu tak hanya saat melahap gulai lempah kuning kepala ikan kakap yang maha lezat, tetapi juga ketika kentut dengan cara yang santun dan terhormat seperti para santri di pondok pesantren untuk secara jujur melakukan wudhu ulang untuk melakukan sholat. Jadi, sikap dan sifat kesadaran pun perlu dijaga dan dipelihara seperti nasehat Ronggo Warsito tentang eling lam waspodo itu adalah jalan menuju kebenaran.

Begitulah kesempurnaan dalam kampung menikmati segala yang tiba — seperti kata penyair Chairil Anwar — tak ada keluh dan kesah. Karena terima kasih itu merupakan puncak syukur atas segala nikmat yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan Pencipta atas segala isi dan jagat raya ini.

Agaknya, kemampuan berterima kasih itu tak hanya sekedar saat menerima hadiah rumah mewah,mobil mebil mewah,hand phone baru, atau sekedar isi pulsa untuk dan demi kelancaran interaksi dan komunikasi sebagai penjalin silaturrahmi antara kita agar tak terputus, tapi lebih dari itu rasa terima kasih yang tidak terucapkan pun, akan membimbing batin dan jiwa dapat semakin mendekat kepada Tuhan. Bahwa rizki itu tidak akan kemana, bila memang sudah menjadi hak kita yang seharusnya diterima.

Jadi, kemampuan menikmati dan bersyukur itu perlu terus diasah agar semakin tajam dalam membedah rahasia Tuhan yang sangat banyak belum kita ketahui menyimpan hikmah dan nikmat serta keberuntungan yang tidak terkira banyaknya, seperti rahasia milik Tuhan yang tidak pernah bisa dikira, tentang apa saja yang acap membuat kita terkesima dan takjub, sehingga hanya mampu berucap “subhanallah” yang tidak diterjemahkan begitu mudah makna yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, kemampuan menikmati dan bersyukur itu dapat menekan ambisi dan egosentrisitas untuk lebih banyak memiliki dari apa yang sepatutnya menjadi hak kita. Karena sikap dan sifat untuk memaksakan kehendak — termasuk untuk diri kita sendiri untuk memiliki kekuasaan dan kekayaan yang tidak terbatas — sungguh merupakan sikap kita dan tamak yang tak hanya tidak disukai oleh ALLAH SWT Tuhan yang maha Esa, tetapi juga bernilai buruk bagi manusia. Apalagi dari kerakusan dan ketamakan itu banyak hak kita — sebagai rakyat — yang diambil semena-mena oleh para pejabat yang patut dilaknat.

Relevansi dari kemampuan menikmati dan kemampuan bersyukur itu pun, bisa dihayati pada peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia hingga mampu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasal dari berbagai negeri suku bangsa Nusantara yang berdaulat di bawah kerajaan yang ada. Kenikmatan yang perlu dan patut disyukuri itu minimal kehidupan rakyat telah lebih baik sebelum kemerdekaan diproklamirkan, kendati masih banyak janji dari apa yang dicita-citakan dalam proklamasi itu belum juga terwujud sampai menjelang usia mendekati seabad bilangannya. Yaitu kemiskinan dan kecerdasan yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinya masih samar-samar bilangannya dalam kalkulasi biro statistik kita yang acap tidak menentu seperti iklim musim ekstrim yang menakutkan.

Kemampuan menikmati dan bersyukur terhadap semua yang ada — dengan kenikmatan dan rasa syukur — bisa menekan kerakusan dan ketamakan seperti korupsi yang terjadi di Indonesia secara gila-gilaan, tiada rasa apalagi harga diri tanpa rasa malu akibat kerasukan setan materialistik yang disemai oleh ideologi kapitalisme yang kini telah beranak cucu seperti yang kita pahami bergelar neolib itu.

Artinya, refleksi spiritual yang sarat makna untuk lebih menundukkan keangkuhan serta kejumawahan kita pada momentum hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia yang lebih sakral dan bermakna, adalah melakukan perenungan, supaya arah dari tujuan kemerdekaan yang sejati, tidak semakin terpiuh dan kita khianati.(beradiknews.com KBOBABEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *