Bangka induk- Aktivitas tambang timah Ilegal beroperasi dialur nelayan diperbatasan Jalan laut pembuangannya dikampung pasir kecamatan Sungailiat, kabupaten Bangka,Provinsi kepulauan Bangka Belitung masih beraktivitas. Minggu (18/1/26).
Informasi dari masyarakat yang tidak mau ditulis namanya (Narsum) mengungkapkan bahwa mereka bekerja bukan di wilayah IUP tapi di aliran DAS dan berkordinasi dengan Beberapa oknum Bang jago.
“Tanggal 2 Januari ini mereka bekerja lagi Bang, Agus Robianto perumnas yang koordinir sama Angkatan Laut dan Polairud, malam senin tadi mereka dikumpulin untuk kordinasi mereka itulah penggeraknya”. kata Narsum melalui sambungan telpon kepada awak media.
Pantauan awak media kurang lebih ada 40 unit ponton jenis rajuk tower mengobrak – abrik lokasi tersebut tanpa menghiraukan himbauan dari APH meskipun diduga ada oknum TNI AL dan Polairud yang membekingi aktivitas tambang tersebut sampai mereka berani menambang sampai saat ini.
“Kalau Agus bekerja di lokasi lama sebelah tambang lama dan juga lokasi baru ini dekat kolong, disitu kebanyakan orang kampung nelayan semua, kalau (YN) belum bergerak sedang berunding, nanti kurang lebih aku kasih info selanjutnya bang”. sambung Narsum lagi.
Di lain hari warga Kampung Nelayan mengungkapkan bahwa bantuannya selama mereka bekerja tetap ada sehingga lokasi tersebut bukan termasuk IUP PT. Timah Tbk.
Untuk hasilnya satu ton sehari
“Lokasi tu kurang lebih 40 ponton, semua Agus Robianto dan memiliki tiga titik tempat penimbangan bang, lokasi ngasil bang satu ton sehari bayangkan, ngape tim abang da kesitu, kalau kesitu sore hari bang, jangan malam”.
ucap warga yang tidak menyebut identitasnya. Malam Minggu (10/1)
Sementara Kapolres Kabupaten Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra saat tim media konfrimasi terkait tambang ilegal yang berada di jalan laut, bekerja di alur nelayan merupakan aliran DAS,

Sebelumnya mereka Agus Robianto cs yang mengkordinir semua ponton di TKP diduga sudah berkoordinasi mengkondisikan ke jajaran APH di wilyah Kab. Bangka. Nah Apa betul demikian pak? Mohon tanggapannya pak Kapolres.
Dan satu hal lagi. Lokasi teesebut menurut nara sumber bukan wilayah IUP PT. Timah. Tindakan apa yang di ambil pihak Polres Bangka kedepan jika Tambang Ilegal mengobrak-Abrik lokasi aliran DAS wilayah kekuasaan Pak Kapolres?.
Kuat Dugaan adanya aliran upeti kepada bang jago, tim media akan meminta pihak Kajati Babel untuk turun ke lapangan menyaksikan tambang ilegal dan siapa saja yang terlibat dalam aktivitas tersebut agar diberi sangsi jangan ada unsur tebang pilih.
Walaupun penitia tambang ilegal Agus Cs bekerja bukan di wilayah IUP diduga hasil tersebut kuat dugaan di selundupkan ke luar pulau Bangka,
usaha konfirmasi tetap masih di upayakan, namun hingga kini dari kedua belah pihak belum mendapat tanggapan/respon .(Beradoknews.com KBOBABEL)

