Pangkalpinang — Suasana malam di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, mendadak lebih hidup dari biasanya. Bukan karena gelaran acara musik atau festival, tapi karena kehadiran bakal calon Wali Kota Pangkalpinang, Adhy Sarphio, yang melakukan blusukan malam, Senin (14/4/2025), untuk menyerap aspirasi langsung dari warga dan pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Yang tak kalah menarik, Adhy—yang akrab disapa Adi Kudok—tak datang sendiri. Ia ditemani sahabat sekaligus artis nasional, Aldi Taher, yang ikut menyapa warga, mencairkan suasana dengan guyonan khasnya, serta ikut mendengarkan curhatan warga.
Bagi Adhy, menyapa warga di malam hari bukan sekadar bentuk kampanye atau pencitraan. Ia menyebut kegiatan turun langsung ke TKP (Tempat Kejadian Permasalahan) sebagai metode penting untuk menggali informasi konkret tentang persoalan yang dihadapi masyarakat Pangkalpinang. Dalam dialog hangat dan terbuka malam itu, Adhy mendengarkan keluhan seputar sulitnya perizinan usaha kecil, keterbatasan akses terhadap fasilitas publik, serta tantangan ekonomi yang dihadapi pedagang harian.
“Saya ingin memahami betul apa yang menghambat roda ekonomi warga. Dari sinilah nanti kita bisa menyusun solusi yang tepat dan aplikatif,” ungkap Adhy di sela-sela kegiatan blusukan.
Sebagai Ketua IMI Babel, Adhy dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Kini, menjelang Pilkada Pangkalpinang 2024, ia semakin intens menyapa masyarakat akar rumput dengan pendekatan langsung. Ia meyakini bahwa pembangunan kota harus dimulai dari mendengar keluhan dan harapan masyarakat secara nyata.
Dalam dialog malam itu, beberapa warga menyampaikan unek-unek soal minimnya ruang terbuka hijau yang nyaman, pengelolaan parkir yang belum tertata baik, hingga keluhan tentang kegiatan pemerintah kota yang dianggap kurang melibatkan warga.
Menanggapi hal tersebut, Adhy mengungkapkan komitmennya untuk membangun Pangkalpinang secara berkelanjutan dengan pendekatan teknologi. Ia menyebut bahwa pelayanan publik, terutama soal perizinan, harus didorong melalui aplikasi digital agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Kalau kita ingin kota ini maju, kita harus permudah proses perizinan. Teknologi bisa jadi solusi agar masyarakat tidak perlu lagi repot dan antre panjang. Ini bukan mimpi, ini bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Adhy juga mendorong warga untuk terlibat aktif dalam memberikan ide dan usulan. Menurutnya, banyak potensi dan gagasan hebat dari masyarakat yang belum terakomodasi. Oleh karena itu, ia menginisiasi ruang dialog terbuka yang akan menjadi bagian dari program rutin jika kelak terpilih sebagai wali kota.
“Merespons aspirasi masyarakat adalah langkah awal menuju pembentukan struktur tata kelola yang efektif dan berdampak langsung. Saya ingin Pangkalpinang ini dibangun bersama, bukan dari atas ke bawah saja,” pungkas Adhy.
Kehadiran Aldi Taher malam itu menambah warna dalam blusukan, sekaligus menegaskan bahwa politik tak selalu harus kaku dan formal. Dengan pendekatan humanis, Adhy Sarphio menunjukkan gaya kepemimpinan yang dekat, tanggap, dan penuh semangat kolaboratif.beradoknews.com
